Basuki Tjahya Purnama alias Ahok adalah wakil gubernur Jakarta saat ini. Beliau adalah salah satu pejabat yang cukup dipercaya masyarakat integritasnya, keberaniannya, dan kejujurannya dalam menjalankan politik. Bahkan beberapa waktu yang lalu beliau mendapat penghargaan sebagai pejabat yang anti korupsi. Hal ini tak lepas dari kinerjanya yang memangkas anggaran dan menampilkan rapat-rapat di You Tube sehingga masyarakat bisa tau apa yang dibahas di rapat tersebut.
Namun sebelum menjadi wakil gubernur Jakarta dan berpasangan dengan Jokowi, praktis tak terlalu banyak orang yang tau tentang Ahok. Berikut adalah perjalanan hidup Basuki Tjahya Purnama alias Ahok,
Sebelumnya ia adalah anggota DPR di komisi II. Ia juga pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur pada tahun 2005-2006. Keluarganya adalah keturunan Tionghoa-Indonesia.
Masa kecil Basuki lebih banyak dihabiskan di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, hingga selesai menamatkan pendidikan sekolah menengah tingkat pertama. Setamat dari sekolah menengah pertama, ia melanjutkan sekolahnya di Jakarta. Sekalipun demikian, ia selalu berlibur ke kampung halaman.
Ia melanjutkan sekolah menengah atas dan perguruan tinggi di Jakarta dengan memilih Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti. pada tahun 1989, Ahok kembali dan menetap di Belitung serta mendirikan perusahaan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.
Dua tahun kemudian, Ahok meneruskan kuliah S-2 dan mengambil bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta.
Pada 1992 Ahok mendirikan PT Nurindra Ekapersada. Ia kemudian mendirikan pabrik di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur. Pabrik pengolahan pasir kuarsa tersebut adalah yang pertama dibangun di Pulau Belitung, dan memanfaatkan teknologi Amerika dan Jerman. Lokasi pembangunan pabrik ini adalah cikal bakal tumbuhnya kawasan industri dan pelabuhan samudra, dengan nama Kawasan Industri Air Kelik (KIAK).
Karir Politiknya dimulai pada tahun 2004. Pada saat itu Ahok bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) sebagai ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009.
Pada Pilkada Kabupaten Belitung Timur Tahun 2005, Ahok berpasangan dengan Khairul Effendi. Pasangan ini pun terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Belitung Timur. Ahok kemudian mengajukan pengunduran dirinya pada 11 Desember 2006 untuk maju dalam Pilgub Bangka Belitung 2007. Pada 22 Desember 2006, ia resmi menyerahkan jabatannya kepada wakilnya, Khairul Effendi. Namun pada pemilihan tersebut Ahok kalah.
Barulah pada tahun 2012 ia terpilih sebagai wakil gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Joko Widodo. Sepak terjangnya yang berani melawan siapapun selama itu benar membuatnya disegani sebagai pemimpin yang baik.
Itulah Perjalanan hidup Ahok hingga saat ini. Ahok memutuskan untuk jadi politik. Sebab dia ingin memberi perubahan.
Silakan komentar dengan baik dan bijak. Sesuai dengan artikel yang dibaca :)
EmoticonEmoticon